Pages

Minggu, 05 Agustus 2012

UPAYA MENINGKATKAN KERJA SAMA ANAK MELALUI PERMAINAN EDUKATIF


I.      PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki tradisi gotong royong ,semangat kebersamaan, dan kerja sama yang kental sudah sejak dahulu. Demikian kentalnya semangat kebersamaan, sampai-sampai keputusan yang penting-penting pun diupayakan untuk dapat diambil secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
Sekarang ini kerja sama antar peserta didik di Sekolah Dasar semakin merosot tajam.  Permainan anak-anak hendaknya dapat digunakan sebagai sebagai suatu cara untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kerjasama pada diri anak. Hanya saja permainan itu harus dikemas dalam bentuk permainan edukatif yang menyenangkan. Agar hasilnya efektif maka permainan tersebut harus sesuai dengan usia dan karakter anak. Salah satu bentuk permainan tersebut adalah permainan edukatif

B.   Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk meningkat kerjasama antar peserta didik ?
2.      Apakah permainan edukatif dapat diterapkan dengan baik oleh siswa SD ?












II.    PEMBAHASAN
Pada masa lalu semangat kebersamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia bukanlah isapan jempol. Dalam masyarakat Jawa dikenal adanya tradisi gotong royong yang disebut  kerja bakti. Dengan kerja bakti, masyarakat menjadi memiliki rasa kebersamaan dan kerja sama yang tinggi. Kerja bakti akhir-akhir ini hanya dilakukan terutama pada saat-saat menjelang acara-acara kedaerahan atau kenegaraan seperti lomba desa, kunjungan tamu/pejabat pemerintah, dan perayaan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan RI.
Pada era sekarang ini pendidik di sekolah dasar diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan kerja sama pada peserta didik. Salah cara yang dapat dilakukan adalah dengan permainan edukatif . Masa kanak-kanak adalah masa dimana anak-anak suka sekali bermain dan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Diharapkan dengan permainan edukatif anak – ank menjadi lebih bersemangat dalam menerima pelajaran dan menjadi tidak bosan.
Beberapa orang pengembang memperkenalkan bentuk-bentuk permainan”baru” yang dirancang untuk mengajarkan berbagai konsep matematika, kewarganegaraan, biologi dan sebagainya (Waseso, 1996). Di bidang Pendidikan Jasmani, seorang pengembang memperkenalkan permainan Gedrik untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor (Asim, 1997). Pengembang yang sama juga memperkenalkan satu cabang olahraga permainan yaitu Bolavoli Gandu, untuk menigkatkankesegaran jasmani siswa SD (Asim, 1999).
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkat kebersamaan dan kerjasama siswa adalah dengan permainan teka-teki potongan gambar. Permainan teka-teki potongan gambar adalah suatu bentuk permainan beregu yang bertujuan untuk menggabungkan atau merangkai kembali potongan-potongan kertas yang tidak beraturan sehingga menjadi suatu bangun atau bentuk tertentu seperti bujur sangkar, empat persegi panjang, trapesium, jajaran genjang, lingkaran, dan segi tiga. Permainan ini barangkali dapat juga disebut sebagai jigsaw puzzle (Yudhaningsih, 1999). Dalam permainan ini tiap pemain harus bertindak secara mandiri tetapi untuk kepentingan regunya atau mencapai tujuan regunya. Pemain teka teki potongan gambar bertujuan untuk melatih kerja sama dan pengendalian diri pemain serta mengenalkan bangun atau bentuk sederhana.
Permainan teka-teki potongan gambar lebih sering digunakan untuk sekolah menengah dan perguruan tinggi sedangkan di sekolah dasar jarang sekali diterapkan. Teka-teki potongan gambar biasanya digunakan untuk mata pelajaran matematika dalam mengenal bangun ruang.
Sebelum memulai permainan, guru membagikan kepingan-kepingan kertas permainan kepada pemain. Satu orang pemain mendapatkan satu kepingan. Pemain dijelaskan bahwa mereka bertugas menata kembali kepingan kertas itu, sehingga menjadi bangun/bentuk tertentu (misalnya empat persegi panjang). Guru juga menjelaskan aturan permaina yaitui : (a) Para pemain tidak boleh saling berbicara dengan sesama pemain; (b) Para pemain tidak boleh meminta kepingan kertas kepada pemain lain; (c) Para pemain tidak boleh memberi kode, isyarat dan petunjuk lainnya kepada pemain lain; (d) Para pemain boleh memberikan kepingan kertas pegangannya kepada pemain lain yang membutuhkan untuk menyelesaikan bangun/bentuk tersebut
Kemudian guru mengajak anak-anak untuk membahas jalannya permainan. Yang perlu dibahas adalah: (a) apakah para pemain dan anak-anak lainnya telah benar-benar mengenal bangun yang dimainkan itu? (b) apakah “rahasia” kelancaran atau kelambatan para pemain dalam membentuk bangun yang dikehendaki? (c) apakah ada hambatan dalam kerja sama para pemain, misalnya apakah ada yang cenderung mendekte, “tidak sabaran”, “suka ngambek” dan sebagainya? (d) perlunya kerja sama dan perlunya pengendalian diri dalam kerja sama.
Permaian teka teki potongan gambar sebagai salah satu bentuk permainan edukatif dapat ditingkatkan taraf kesukarannya dengan cara memperbanyak jumlah kepingan kertas pada tiap set alat permainan sehingga dapat dimainkan oleh pemain dari kelompok usia kelompok profesi yang berbeda.






III.      PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa permainan edukatif bermanfaat untuk meningkatkat kebersamaan dan kerjasama siswa SD. Salah satu permainan edukatif adalah permainan teka-teki potongan gambar. Permainan ini sangat sesuai untuk anak SD karena sifat siswa SD sendiri yang suka bermain. Perlakuan setelah permainan ini hendaknya lebih penting daripada permainan teka - teki potongan gambar sebagai salah satu bentuk permainan edukatif itu sendiri. Tanpa perlakuan setelah permainan, maka maksud dan tujuan permainan edukatif yakni untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kerjasama siswa tidak akan pernah tercapai, sehingga permainan itu lebih dari permainan untuk kesenangan belakas.

B.  Saran

Berdasarkan hasil pembahasan, sebaiknya pendidik menggunakan permainan edukatif untuk lebih meningkatkan prestasi siswa. Dengan menggunakan permainan edukatif diharapkan siswa dapat menjadi lebih memiliki rasa kebersamaan dan kerjasama. Permainan edukatif sangat tepat diterapkan di sekolah dasar karena masa kanak-kanak siswa SD adalah masa bermain. Siswa SD akan menjadi lebih bersemangat bila di tengah pembelajaran diberi permainan edukatif. Pendidik juga sebaiknya menggunakan permainan teka-teki potongan gambar.








KATA PENGANTAR

          Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul UPAYA MENINGKATKAN KERJA SAMA ANAK MELALUI PERMAINAN EDUKATIF


Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah guna memenuhi salah satu tugas dari Dosen Pengantar Ilmu Pendidikan  kami yang di harapkan kami dapat meneladani tugas tersebut.
Semoga dengan rasa syukur alhamdulillah kami dapat menyelesaikan makalah ini, meskipun ada kekhilafan dan kekeliruan, semoga makalah  ini bermanfaat.


Semarang,7 November 2010

Penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar